BREM KHAS WONOGIRI
Meskipun kota Madiun sangat terkenal dengan bremnya yang berbentuk balok persegi panjang, Wonogiri juga memiliki industri rumahan brem yang sangat legendaris dengan ciri khas yang unik dan berbeda.
PEMESANAN
- Tokopedia : https://vt.tokopedia.com/t/ZS927788twyX1-ObBLI/
- Chat wa : http://wa.me/6281456080042
1. Ciri Khas Bentuk dan Tekstur
Bentuk Bulat Pipih: Berbeda dengan brem Madiun yang berbentuk balok persegi panjang, brem asli Wonogiri berbentuk bulat pipih (seperti kepingan koin besar) dengan diameter sekitar $5\text{ cm}$ dan ketebalan sekitar $0.3\text{ cm}$.
Warna Putih Bersih: Secara tradisional, brem Wonogiri memiliki warna putih bersih (putih kapur), bukan putih gading atau kekuningan seperti brem Madiun.
Sensasi Lumer di Mulut: Saat dimasukkan ke dalam mulut, kepingan brem ini akan langsung mencair (lumer) di lidah, meninggalkan rasa dingin yang semriwing dan menyegarkan.
2. Bahan Baku dan Cita Rasa
Bahan Utama: Brem ini dibuat murni dari sari pati tape ketan putih yang telah mengalami proses fermentasi.
Rasa Tradisional: Kombinasi rasa manis yang dominan berpadu dengan rasa sedikit asam/kecut khas tape yang menyegarkan.
Inovasi Modern: Seperti yang terlihat pada foto pertama Anda, produsen brem di Wonogiri kini banyak berinovasi menciptakan Brem Aneka Rasa (Mix Rasa) dengan menambahkan perisa buah-buahan seperti stroberi (pink), melon/pandan (hijau), jeruk, anggur, hingga cokelat.
3. Proses Pembuatan Tradisional
Proses pembuatan brem Wonogiri memakan waktu yang cukup panjang, biasanya minimal satu pekan:
Pembuatan Tape: Beras ketan berkualitas dimasak, didinginkan, diberi ragi, lalu difermentasi menjadi tape ketan selama kurang lebih 5 hingga 6 hari.
Pemerasan Sari Tape: Tape ketan yang sudah matang diperas menggunakan kain atau mesin press untuk diambil sarinya (air tape).
Pengentalan: Sari tape tersebut direbus dan diaduk terus-menerus hingga mengental menjadi adonan padat.
Pencetakan: Adonan yang masih hangat dicetak menjadi bulatan-bulatan pipih. Dahulu, cetakan ini beralaskan daun pisang utuh, namun sekarang banyak yang menggunakan papan cetak khusus agar lebih praktis dan rapi.
Penjemuran: Kepingan brem kemudian dijemur di bawah terik matahari langsung selama kurang lebih 3 hari sampai benar-benar kering dan mengeras (meskipun saat ini sebagian produsen mulai dibantu dengan oven pengering).
4. Pusat Produksi di Wonogiri
Di Wonogiri, salah satu sentra industri rumahan pembuatan brem yang paling terkenal terletak di Kecamatan Ngadirojo (seperti di Desa Tenggar). Produk dari daerah ini sering dipasarkan sebagai oleh-oleh khas Wonogiri maupun Solo karena jaraknya yang berdekatan.
Brem ini sangat cocok dinikmati sebagai camilan santai atau dijadikan buah tangan tradisional yang ringan dan tahan lama tanpa bahan pengawet buatan. Apakah Anda sedang berencana menjadikannya oleh-oleh atau ada keperluan lain terkait kudapan tradisional ini?
-= TERIMA KASIH =-

Posting Komentar