TOBAT PEDAGOGI: SAAT BANYAK ORANG NGOMONG PENDIDIKAN
Buku "Tobat Pedagogi: Saat Banyak Orang Ngomong Pendidikan" karya Alfian Bahri merupakan sebuah kritik sekaligus refleksi mendalam terhadap realitas dunia pendidikan kontemporer, khususnya di Indonesia. Secara garis besar, buku ini menyoroti fenomena di mana semua orang merasa berhak dan paling tahu cara mengatur pendidikan, namun sering kali melupakan esensi terdalam dari pedagogi itu sendiri.
PEMESANAN
- Tokopedia : https://vt.tokopedia.com/t/ZS9jFdewdFxDt-Wmfd2/
- Chat wa : wa.me/6281456080042
ARTI DI BALIK JUDUL TOBAT PEDAGOGI
Kata "Tobat" di sini bukan sekadar penyesalan religius, melainkan sebuah ajakan untuk berkaca, berbenah, dan kembali ke jalan yang benar (khitah).
- Keresahan Utama: Guru dan praktisi pendidikan sering kali terjebak dalam pusaran administrasi, formalitas, juknis (petunjuk teknis), serta tuntutan platform digital.
- Panggilan Aksi: "Tobat" berarti melepaskan diri dari belenggu kedangkalan tersebut dan kembali fokus pada apa yang paling penting: proses memanusiakan manusia di dalam kelas.
SINDIRAN SAAT BANYAK ORANG NGOMONG PENDIDIKAN
Subjudul ini merupakan kritik tajam terhadap ekosistem pendidikan saat ini. Buku ini menyoroti bagaimana pendidikan diintervensi oleh berbagai pihak yang sebenarnya jauh dari realitas ruang kelas:
- Disrupsi Digital & Media Sosial: Seperti yang digambarkan pada sampul buku (ilustrasi gawai/smartphone yang berjejer menghalangi pandangan), pendidikan kini banyak disetir oleh tren media sosial, konten viral, opini netizen, hingga para "influencer" pendidikan.
- Birokrasi vs Realitas Lapangan: Kebijakan sering kali dibuat oleh mereka yang berada di balik meja, tanpa memahami denyut nadi, keringat, dan tantangan nyata yang dihadapi guru di sekolah-sekolah daerah atau sekolah vokasi/kejuruan. Semua orang bicara teori, tapi minim empati terhadap eksekusi.
KRITIK TERHADAP FORM OVER SUBSTANCE
Buku ini menguliti fenomena di mana esensi mendidik sering kali kalah telak oleh beban administratif. Guru dituntut menjadi administrator yang hebat—mengisi berbagai aplikasi, mengejar dokumen kelayakan, membuat konten—daripada menjadi mentor dan fasilitator yang hadir seutuhnya secara emosional dan intelektual untuk siswanya.
RELEVANSI VISUAL SAMPUL
Jika diperhatikan, ilustrasi sampulnya sangat kuat menggambarkan isi buku:
- Ada pembatas kawat berduri dan dinding bata yang memisahkan.
- Ada sosok (mencerminkan pendidik) yang mencoba melempar atau mendobrak barisan gawai (media sosial/tren digital) dan kerumunan orang di baliknya.
- Ini adalah simbol perjuangan seorang pendidik untuk menembus kebisingan (noise) dunia luar demi bisa melihat anak didiknya secara jernih.
-= TERIMA KASIH =-

Posting Komentar